This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 27 Februari 2019

Desain wadah budidaya ikan hias

Desain  wadah budidaya ikan hias

Desain kolam bisa berbentuk persegi, persegi panjang, lingkaran, trapesium, segitiga bahkan bentuk tidak beraturan. Hal tersebut disesuikan dengan kondisi lahan dan lokasi. Bentuk kolam yang umum digunakan adalah persegi dan persegi panjang.

Perlu diperhatikan tentang persyaratan teknis kontruksi kolam. Kolam yang akan digunakan sebaiknnya mempunyai pematang kolam, dasar kolam dan pintu air.
  1. Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air di dalam kolam agar tidak keluar. Tanah yang cocok untuk membuat pematang adalah tanah liat. Tanah liat memiliki sifat lengket, tidak poros, tidak mudah pecah dan mampu menahan air. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Jenis tanah untuk pematang harus kompak dan kedap air agar pematang tidak mudah bocor. 
  2. Dasar kolam dibuat miring menuju saluran pembuangan air. 
  3. Saluran air dibuat keliling (ceren) dan tegah (kamalir). Saluran air ini dibuat miring kearah saluran pembuangan air untuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenan ikan. 
  4. Pintu air pada kolam terdiri dari pintu masuk dan keluar yang terpisah.  Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya.
Pada wadah sistem tradisioanal/ekstensif, kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagiannya terbuat dari tanah. Tanah liat / lempung yang sedikit berpasir, mudah dibentuk, tidak mudah pecah, tidak melekat ditangan apabila dibentuk sesuatu, cocok untuk pembuatan kolam. Pembuatan kolam dengan bahan tanah memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut.
  • Kelebihan yaitu biaya relatif murah, dapat membantu penyediaan pakan alami (plankton) , perombakan sisa pakan dan metabolisme bisa terjadi secara alami 
  • Kekuranganyaitu rentan terhadap kebocoran akibat hewan perusak (ex:  kepiting), serta akibat tekanan air dari dalam dan luar kolam, terutama apabila hujan deras, sulit untuk mengontrol hewan predator, dan sulit mengontrol debit air yang masuk
Pada kolam semi intensif  yang menggunakan bagian dinding dan pematangnya terbuat dari tembok, sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah juga memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan sebagai berikut.
  • Kelebihan yaitu tahan terhadap kebocoran akibat hewan, tahan terhadap tekanan air kolam, memudahkan dalam pengontrolan air dan hewan pengganggu, dan kualitas air bisa dikontrol lebih cermat
  • Kekurangan yaitu biaya lebih mahal jika dibandingkan dengan sistem tradisional, penyediaan pakan alami pada kolam tembok lebih sedikit, dan proses penguraian alami sulit terjadi

b. Desain dan kontruksi bak

Desain dan kontruksi bak pada dasarnya hampir sama dengan kolam. Desain dan kontruksi bak terpal/ plastik banyak digunakan dalam kegiatan budidaya ikan konsumsi. Hal ini dilakukan untuk menyiasati lahan yang terbatas dan kemudahan dalam proses pemeliharaan ikan konsumsi. Desain dan kontruksi bak terpal/plastik disesuaikan dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
  1. Jenis ikan konsumsi yang akan dibudidayakan
  2. Tahapan budidaya pembenihan atau pembesaran.
  3. Keseimbangan antara volume air dan penyanggabak harus kuat.
  4. Dasar peletakan untuk bak terpal/plastik harus rata agar tidak mudah bocor. Hal ini bisa dilakukan dengan meratakan tanah terlebih dahulu kemudian diberikan sekam.
  5. Ukuran bak disesuikan dengan ketersedian lahan
  6. Distribusi air dan pengeluaran limbah produksi
  7. Adanya jalur panen dan akses pengelolaan ikan

c. Desain dan kontruksi akuarium

Bentuk akuarium yang biasa digunakan adalah bentuk segi empat, trapezium, segi enam, segi delapan, elips dan botol. Setelah mengetahui bentuknya hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran ketebalan kaca berkisar antara 3 mm – 16 mm. Ukuran ketebalan kaca untuk dasar akuarium sebaiknya ditambah 1-2 mm. Semakin besar ukuran akuarium maka semakin tebal ukuran kaca. Perbandingan antar ukuran akuarium dengan ketebalan kaca antara lain sebagai berikut.
Tebal Kaca (mm) Panjang Akuarium (cm)Lebar Akuarium (cm)Tinggi Akuarium (cm)
3302020
3402030
3503030
5703535
5804040
6904545
61205050
101504550
101504560
101804560
121905060
162007065

d. Desain dan kontruksi jaring apung/ keramba jaring apung

Konstruksi wadah jaring apung terdiri dari dua bagian yaitu kerangka dan kantong jaring. Kerangka berfungsi sebagai tempat pemasangan kantong jaring dan tempat lalu lalang orang memberi pakan dan panen. Kantong jaring apung merupakan tempat pemeliharaan ikan.

jaring apung
Jaring apung secara sederhana bisa dibuat dari bambu. Keramba jenis ini biasa digunakan di aliran air sungai atau selokan dengan arus air yang cukup besar. Perlu memperhitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar agar diperoleh wadah budidaya yang mempunyai masa pakai yang lama. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan adalah:
  1. Arus air, diusahakan tidak terlalu kuat namun tetap ada supaya terjadi pergantian air dan oksigen dengan baik, serta dapat menghayutkan sisa makanan dan kotoran. Tingkat kesuburan, jenis perairan yang baik untuk digunakan dalam budidaya ikan di jarring apung adalah perairan dengan tingkat kesuburan rendah hingga sedang. Tingkat kesuburan tinggi berpengaruh buruk terhadap ikan karena kandungan oksigen pada malam hari relatif rendah.
  2. Bebas dari pencemaran, adanya penambahan benda/materi ke dalam perairan dapat menimbulkan perubahan kualitas air sehingga mengurangi fungsinya.
  3. Kualitas air, perairan yang dipilih harus memiliki kualitas air yang memenuhi persyaratan untuk pertumbuhan ikan
  4. Kontruksi keramba jaring apung terdiri dari kerangka, pelampung, pengikat, jangkar, kantong jaring, pemberat, tali nilon dan tambang.

Konsep dan prosedur pemeliharaan ikan konsumsi

Konsep dan prosedur  pemeliharaan ikan konsumsi

Prosedur
1. Mempersiapkan lahan untuk tempat budidaya biasanya berbentuk tanah datar yang nantinya diatas tanah tersebut di gunakan untuk membuat terpal

2. Mempersiapkan air , air disiapkan atau diendapkan selama 7 hari sebelum bibit dimasukan . Jangan anggap remeh pengendapan air ini  , karena banyak yang mengira air itu sama saja padahal kalau kita bayangkan air yang biasa kita ambil dari tanah masih banyak mengandung kandungan besi atau lumpur yang mengandung logam . ini berakibat tidak adanya organisme pendukung agar ikan lele tetap bertumbuh cepat besar.

3. proses tebar ikan dikolam , Hati hati dalam proses tebar dikolam. sebelum ditebar beri larutan PK agar ikan steril kembali.

4. Pemberian pakan , Pemberian pakan dilakukan secara rutin yaitu 3 kali dalam sehari . bahkan ada yang memberi makan 2 jam sekali , ini tergantung dengan kondisi dan management dasar kita nantinya.

5. proses penyortiran , proses penyortiran itu adalah pemisahan ikan besar dan ikan yang kecil hal ini dilakukan agar tidak terjadi saling memakan antar sesama lele aka kanibal. Mungkin banyak pendapat yang menyatakan tidak perlu disortir karena ikan bisa stres . mungkin benar saja ikan bisa stres tetapi kita harus melakukan prosedur penyortiran yang benar.

6. Proses panen , panen dilakukan ketika ikan sudah berada diukuran 7-10 ekor/kg 

Konsep


wadah budidaya ikan konsumsi

wadah budidaya ikan konsumsi

Jenis jenis 

1). Kolam

Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. Ada 3 sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu:

A. Tradisional/Ekstensif
Kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah.
B. Semi Intensif
Kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya (dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah.
C. Intensif
Kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok.

Kolam dapat dikelompokkan berdasarkan sumber airnya, antara lain:
a). Kolam tadah hujan
b). Kolam mata air
c).Kolam pengairan setengah teknis
d). Kolam pengairan teknis

Kolam berdasarkan asal terjadinya, antara lain:
a). Kolam yang sengaja dibuat
b). Kolam yang tidak sengaja dibuat

Kolam berdasarkan bentuknya, antara lain:
a). Bentuk persegi panjang
b). Bentuk bujur sangkar
c). Bentuk lingkaran/bulat

Kolam berdasarkan fungsinya, antara lain:
a). Kolam pemeliharaan induk
b). Kolam pemijahan/perkawinan
c). Kolam penetasan telur
d). Kolam pendederan
e). Kolam pembesaran
f). Kolam penumbuhan makanan alami
g). Kolam pengendapan
h). Kolam penampungan hasil

Kolam berdasarkan aliran airnya, antara lain:
a). Kolam air tergenang
b). Kolam air mengalir

2). Bak

Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tangki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan. Berdasarkan proses budidaya ikan, jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan, bak penetasan, bak pemeliharaan, dan bak pemberokan. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton atau fiber sedangkan bak plastik biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan.

3). Akuarium

Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang artinya air dan area yang artinya ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi dan dinikmati.

Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya. Berdasarkan fungsinya, akuarium dapat dibedakan antara lain adalah:

A. Akuarium Umum
Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan. Syarat akuarium umum:
1). Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan.
2). Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator, kabel listrik, pipa pvc, dan lain-lain, yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami.
3). Usahakan dasar akuarium tampak alami.
4). Tanaman disusun dengan estetika.
5). Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis. Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi.

B. Akuarium Kelompok
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/keluarga serta ditanami oleh tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara. Syarat akuarium kelompok:
1). Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekerabat.
2). Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. 
Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan tawar dan laut.

C. Akuarium Sejenis
Dalam akuarium ini, estetika dan dekorasi dikesampingkan, karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembangbiakan ikan. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut.

D. Akuarium Tanaman
Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. Ikan dimasukkan ke dalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.

4). Keramba Jaring Apung (KJA)

Budidaya ikan dalam karamba jaring apung adalah membesarkan ikan didalam wadah-wadah yang diapungkan di permukaan air, dimana wadah tersebut semua sisinya diselubungi oleh material (jaring) untuk menahan ikan di dalamnya. Budidaya ikan dalam karamba jaring apung dikelompokkan sebagai usaha pemeliharaan intensif, yakni dengan pemberian pakan yang berkualitas, penggunaan benih unggul, padat penebaran tinggi, juga harus didukung oleh lingkungan yang baik serta kemampuan pengelolaan yang baik pula. Jenis ikan yang dapat dipelihara pada karamba jaring apung tidak terbatas pada ikan mas atau ikan nila saja, tetapi hampir semua jenis ikan yang bernilai ekonomis dapat dipelihara pada wadah ini, seperti: Ikan lele, gurame, patin, bandeng, serta berbagai jenis ikan hias.

sarana dan peralatan budidaya ikan 
Alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas antara lain: jala, waring (anco), hapa atau jaring  kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih, seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.

Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen / menangkap ikan mas adalah warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi
.